Monday, June 23, 2014

Donat Kentang

Homebaking is about the beauty of imperfection

Penasaran apa jadinya kalau bikin donat kentang tanpa kentang kukus yang ditumbuk halus, alias pake Knorr Mashed Potato. Ternyata hasilnyaaa, lembut permirsaaah. 11-12 sama donat kentang lah ya. Ibuk saya bahkan ga percaya kalo saya cuma pake Knorr mashed potato. 

Tapi kalo saya sendiri sih lebih prefer donat kentang yang pake kentang kukus. Yang pake Knorr ini terlalu ringan, hampir seperti donat-donat hias ala Jco gitu. Sedangkan yang pake kentang kukus terasa lebih berat. Yah tergantung selera sih. Kalau pengen donat yang ringan dan efisien, boleh dicoba pake Knorr.

Resepnya langsung klik di sini yaa


Ibuk bilang suka banget sama donatnya. Alhamdulillah :D

Baru kali ini niat banget menghias donat biar keliatan cantik, soalnya mau dikasiin ke ibuk dan bude. Bikin coklat coating dari whipped cream yang dipanasin, lalu dimasukin coklat blok cincang, aduk sampai lembut. Eh ternyata, coatingnya ga mau kering. Jadi basah dan sticky gitu. Setelah dipikir-pikir, emang harusnya coklat bloknya ga perlu dikasih whipped cream kali ya, biar bisa mengeras saat dingin. Nah yang coklat blok dicampur whipped cream kan untuk ganache, buat nyiram cake. Dasar, telat banget mikirnya #plaaak



Tuesday, June 3, 2014

French Toast


no one can resist french toast. or and nutella.

Siapa di sini yang ga suka roti panggang? Sensasi garing di luar, lembut di dalam dengan aneka filling yang menggiurkan, ditemani secangkir teh atau kopi panas pasti bisa bikin siapapun melipir sejenak meninggalkan kesibukannya. Entah di pagi atau malam hari, roti panggang sepertinya asik-asik saja disantap. Betuuuul?

Saya pribadi suka pake banget sama roti panggang. Jaman masih esde dulu, ibuk gemar bikinin roti panggang buat sarapan. Sengaja beli roti tawar sore hari di toko roti daerah pecinan, karena homemade, jadi kalo sore harganya udah miring. Besok paginya langsung diiris-iris, olesi margarine, tabur gula pasir, ditangkup seiris roti lagi lalu dipanggang di wajan beroles margarine (lagi). Kalo punya duit lebih sih biasanya bapak pulang kerja bawa selai atau meses. Duh bahagia bener meski cuma roti :’)

Setelah menikah, saya lumayan sering juga bikin roti panggang, tapi kali ini pake toaster hadiah kawin. Lumayan ga pake ribet. Suami sih ga suka pake margarin, jadi cuma roti tawar gitu dimasukin toaster, terus dioles selai coklat atau jeruk marmalade. Tapi lama-lama bosan juga bikin roti panggang yang itu-itu melulu. Sampai suatu hari ketemu resep French Toast.

French Toast adalah roti tawar yang dicelup ke adonan telur-susu untuk kemudian dipanggang. Maka hasil jadinya bukan roti panggang yang kripsi, tapi yang gurih dan gooey mirip pudding roti gitu. Berkali-kali bikin French Toast, belum juga berkenan di lidah. Seringkali rotinya terlalu lembek setelah dicelup ke adonan susu-telur, jadi saat dipanggang di wajan, rotinya malah sering buyar karena terlalu basah.

Nah saat baca majalah Gourmet Traveller: The Chocolate Cookbook, di dalamnya ada 4 resep French Toast. Dan setelah dibaca dengan seksama, ternyata ada triknya biar French Toast yang kita bikin bisa bagus bentuknya dan enak rasanya, meski sedikit lebih ribet tentunya. Tapi makanan enak apa sih yang ga ribet bikinnya? *sambil bayangin Lapis Legit

Pertama, roti yang dipake buat French Toast sebaiknya roti yang diiris tebal, jadi bukan roti tawar yang sudah diiris tipis-tipis itu. Ketebalan roti ini perlu agar roti bisa menyerap adonan susu-telur dengan maksimal tanpa membuatnya hancur. Kedua, roti terbaik untuk dibikin French Toast adalah brioche. Kenapa brioche, karena brioche mengandung susu, telur dan mentega yang banyak, sehingga kelezatan French Toast tidak hanya didapat dari adonan telur-susu, tapi juga dari roti itu sendiri. Ketiga, dan ini yang menurut saya penting, setelah dipanggang di wajan anti lengket, roti sebaiknya dioven agar adoannya lebih meresap, rotinya lebih kering dan sedikit menggembung.

Kebetulan punya brioche, sayapun mencoba dibikin French Toast dengan mengikuti tips di atas. Dan ternyata, hasilnya enak! Suami doyan banggget, padahal beberapa kali bikin French Toast, jangankan dimakan, dilirikpun tidak :D

last bite

French Toast
Sumber: Australian Gourmet Traveller: The Chocolate Cookbook

Bahan:
4  lembar roti tawar/brioche yang diiris setebal 2 cm
Adonan French Toast
4 telur utuh
250 ml susu
110 gr gula pasir (saya pakai 80gr)
80 ml krim kental (skip, ganti susu)
2 tsp ekstrak vanilla (skip)
1 tsp kayumanis bubuk
Sejumput garam dan pala bubuk

Filling dan topping:
Sesuai selera, bisa irisan pisang, chocochips, selai, dll (saya pakai Nutella dan Dulce de Leche)

Cara Membuat:
1.      Untuk adonan French Toast, campur seluruh bahan di mangkuk, kocok dengan whisk hingga rata, sisihkan
2.      Celup masing-masing sisi roti ke dalam adonan selama 2 menit
3.      Panaskan oven suhu 180 C. Dengan api sedang, panaskan wajan anti lengket, olesi sedikit butter dan panggang roti hingga berwarna keemasan (sekitar 2 menit setiap sisi), lalu pindahkan ke loyang. Ulangi sampai habis. Setelah Loyang penuh, masukkan ke dalam oven dan panggang hingga mengembang dan keemasan (8-10 menit).

4.      Iris French Toast secara diagonal atau horizontal, oles selai/filling di setiap sisinya, tumpuk, taburi gula bubuk

bersih!

Sunday, June 1, 2014

Brioche

Sejak bikin roti selama 6 bulan terakhir, saya baru sadar kalo hampir selalu menggunakan metode roti Asia yang mengandalkan keempukan. Pernah sesekali bikin artisan bread yang lagi booming di Amrik, nyontek dari suhu roti Peter Reinhart. Tapi entah mengapa memang lidah ini tidak terlalu cocok. Karakteristik artisan bread yang less tasty, minim bahan (mostly hanya tepung, air, ragi dan garam), kurang manis, berkulit keras dan tidak terlalu lembut di dalam bagi saya hanya cocok bila dipadukan dengan susu coklat atau kopi, yakni dengan mencelupnya sampai basah dan empuk. Roti artisan hanya mengingatkan saya pada kompyang.

Etapi ternyata, setelah baca-baca Gourmet Traveller edisi Chocolate, saya baru tahu kalo roti Barat juga ada yang empuk dan pake telur. Telurnya buanyak malah. Dan pake butter, yang juga banyak. Roti kaya rasa ini popular dengan sebutan Brioche.

Biasanya Brioche dibentuk menyerupai bun dengan topi kecil di atasnya, jadi seperti bun ditumpuk, hanya ukuran bun di atasnya sangat kecil. Tapi untuk resep yang saya contek kali ini, Brioche dipanggang di Loyang roti tawar. Dan katanya sih, brioche ini paling pas kalo dibikin French Toast.



Dengan basis terigu 375 gr tepung, adonan brioche cukup masuk ke dalam loyang roti tawar dengan tutup milik saya (yang sudah saya beli entah berapa dekade lalu tapi baru kali ini dipake) berukur 20x7x7. Dan jangan tanya rasanya ya, bayangin aja roti tawar susu, hanya saja ini pake wangi butter, lebih empuk dan gurih karena pake 5 kuning telur. Satu kata saja: enak!

Brioche
Sumber: Majalah Gourmet Traveller: The Chocolate Cookbook

Bahan:
160 ml susu
1,5 tsp ragi instan
5 kuning telur, kocok
375 gr tepung protein sedang
30 gr gula
75 gr butter
Kuning telur kocok untuk olesan

Cara membuat:
1.      Panaskan susu di panci kecil dengan api kecil sampai hangat. Campur ragi dan separuh susu hangat ke dalam gelas, aduk dan biarkan hingga berbusa selama 8-10 menit. Masukkan kuning telur dan sisa susu di panci, sisihkan.

2.      Masukkan tepung, gula dan sedikit garam di dalam mangkok, aduk rata. Buat lubang di tengah, tuang cairan ragi dan campuran susu-telur, uleni sampai kalis. Masukkan butter, uleni lagi hingga kalis elastis selama kurang lebih 15 menit. Pindahkan ke dalam mangkok yang telah dioles butter, tutup dan biarkan sampai mengembang 2x (1,5-2 jam)


3.      Tinju adonan, kempiskan, uleni sampai lembut sebentar, lalu bentuk dan masukkan ke dalam Loyang roti tawar yang telah dioles butter (saya: adonan digiling pake rolling pin, lalu digulung dan masukkan ke Loyang). Tutup dan sisihkan hingga mengambang selama 30-60 menit).

4.      Panaskan oven dengan suhu 170 C, oles permukaan adonan roti dengan kuning telur (bila memakai tutup, adonan tidak perlu dioles), tabur gula pasir dan panggang sampai matang (25-30 menit). Angkat, keluarkan dari loyang, letakkan di rak kawat. Bila telah dingin, Brioche bisa disimpan dalam wadah kedap udara dan bisa bertahan selama 1 minggu atau bila disimpan di freezer dapat bertahan hingga 2 bulan.

Sewaktu masih hangat, brioche cukup saya oles dengan Nutella. Heaven.