Saturday, September 19, 2015

Croissant dan hal-hal setelahnya...







Konon, artis Teuku Wisnu suatu kali pelesir ke Eropa. Di sana dia bertemu dan tergila-gila dengan strudel, penganan manis asal Austria. Strudel adalah puff pastry berukuran panjang berisi cincangan apel yang dimasak dengan brown sugar dan kayu manis, yup persis seperti isian apple pie.

Pulang dari pelesir, Teuku Wisnu menduplikasi rasa dan penampakan strudel, kemudian memasarkannya. Gayung bersambut, orang-orang sekelilingnya sangat menyukai strudel. Maka suami Shirene Sungkar tsb punya ide memproduksi strudel di kota Malang, penghasil apel manalagi yang bertektur keras dengan rasa manis asam, cocok sebagai isian strudel.

Jangan bayangkan betapa ramai gerai strudel di Malang. Khususnya di musim lebaran, pembeli harus rela antri menunggu kedatangan strudel yang dimasak di Singosari, pusat dapur strudel untuk dikirim ke 4 penjuru cabang strudel di Malang dan Batu. Tak hanya antri, pembeli dibatasi hanya boleh membeli maksimal 2 kotak strudel. Maka pengorbanan seperti apa lagi yang mesti saya lakukan demi memenuhi 5 kotak strudel pesanan emak-emak sempel saat meet up di rumah saya? Toh meski begitu, saya masih dicap sebagai tuan rumah yang tak baik karena kealpaan kecil lupa masak nasi, sehingga mereka makan nasi kemarin dengan porsi mini, dan sebagian sudah kering. Huahahahaha.

Anyway, teringat tragedi antri strudel yang bikin emosi jiwa, kenapa ga bikin strudel sendiri?

Ayam Panggang Rosemary



Jujur saja, dibandingkan dengan olehan ayam khas Indonesia seperti ayam bumbu rujak sampai ayam betutu; ayam panggang rosemary ini tentu menjadi opsi belakangan.

Namun mengingat kemampuan diri atas kerumitan bumbu dan proses memasak yang tak bisa instan, tentu saja ayam dengan balutan bumbu kaya rempah di atas bukan wilayah kekuasaan saya yang masak sop aja bisa rasa sayur asem. Hahahah buka kartu deh.

Friday, September 11, 2015

Tentang Properti : Kepatutan



Kalo kamu orang yang masak masak sendiri, motrek motrek sendiri dan penggemar Caca Handika, pasti pernah dong kelimpungan karena keterbatasan properti. Misalnya nih, udah susah-susah bikin es krim, nyiapin setting pemotrekan, kamera sudah siap jepret, eh lha kok ga punya sendok es krim. Punya cupcake lucu tapi ga punya garpu cake yang imut, jadilah si garpu makan yang ga proporsional nangkring dengan manisnya di sebelah cupcake. 

Atau kayak saya beberapa bulan lalu yang saking kreatifnya pasangin garpu dan pisau sebagai alat makan jajanan pasar, dan jadilah steak cenil! Huahahahaha…#ditujesrame2



Seriously *ngomongginisambilngaca*, kalo buat dimakan sendiri sih ga masalah ya. Mau makan eskrim pake sutil, monggo. Makan steak pake gergaji ya hayuk aja. Tapiiii, saat makanan udah ketangkap tombol rana kamera, mau ga mau kita mesti mempresentasikan bagaimana makanan tersebut dimakan sebagaimana mestinya.

Sup Merah







Sungguh tak ada yang istimewa dari sup merah.

Ia sesederhana menikmati pagi di bangku taman. There is no rush. Hanya sekedar memeluk waktu yang berjalan lambat. Dan tenang.

Ada gurih dan manis yang lamat di kuah sup merah. Perihal yang berasal dari cincangan kasar bawang putih dan bawang bombay yang ditumis oleh waktu. Api kecil yang hampir padam. Panas membakar irisan bawang bombay, membuatnya terlihat transparan, serupa kaca yang diguyur hujan selepas senja.

Banana Cake with Whipped Cream and Salted Caramel





Tersebutlah sebuah bakery femes di Jakarta. Yang foto-fotonya membuat ngeces. Yang harganya pasti selangit. Yang salah satu foto signature cake nya merupakan gambaran cake yang lagi ngehitz saat ini, pertama kalinya dipopulerkan oleh tante Linda Lomelino yang ikut jadi pelopor tren bunga-bunga dalam FP ituuu.

Eniwe, nama cake milik Brooklynid itu adalah Banana Palm Cake. Namun foto yang saya maksud adalah Brooklyn Honey Comb. Karena ga mungkin bikin 2 cake dalam waktu bersamaan, akhirnya saya gabungkan 2 cake idaman tersebut, dan jadilah Banana Cake with Salted Caramel. I know, I'm genius!!